Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

PPGT

Udah lama banget saya pengen cerita tentang ‘proyek’ pemerintah yang satu ini. Saya adalah salah seorang mahasiswa PPGT angkatan pertama. Saya mengambil jurusan pendidikan teknik pesawat udara dengan lokasi LPTK di UNJ.
Apa sih PPGT? PPGT sebenarnya singkatan dari program pendidikan guru terintegrasi, banyak teman-teman yang juga menambahkan kata galau sehingga menjadi PPGT Galau dan nama itu sempat menjadi nama grup di facebook. Tujuan dari program ini adalah untuk mendidik guru menjadi guru yang professional sesuai dengan bidangnya, sehigga guru juga mendapatkan tunjangan sertifikasi setelah menyelesaikan pendidikan ini.
Proses penyaringannya ada beberapa tahap, yang pertama

Jumat, 07 Juni 2013

gerbang logika

GERBANG LOGIKA


Setelah sebelumnya telah dibahas gerbang dasar logika AND gate, OR gate, dan NOT gate sekarang kita akan membahas gerbang logika selanjutnya, yaitu gabungan antara beberapa gerbang dasar logika. Gerbang yang akan kita bahas adalah NAND, NOR, EX-OR, dan EX-NOR.

1. NAND GATE
NAND adalah rangkaian dari NOT AND. Gerbang NAND merupakan gabungan dari NOR dan AND digambarkan sebagai berikut:

sehingga jika digabungkan akan menjadi:
NAND sebagai sakelar:
Dari Gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:
C
Output
A
B
Y
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
Karakteristiknya: Jika A dan B input sedangkan Y adalah output maka output gerbang NAND akan berlogika 1 jika salah satu inputnya berlogika 0. Dan output akan berlogika 0 jika kedua inputnya berlogika 1. Atau output gerbang NAND adalah komplemen output gerbang AND.


2. NOR GATE
NOR adalah singkatan dari NOT OR. Gerbang NOR merupakan gabungan dari gerbang NOT dan OR. Digambarkan sebagai berikut:
sehingga jika digabungkan akan menjadi:
rangkaian NOR sebagai saklar
Dari rangkaian diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:
Input
Output
A
B
Y
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Karakteristik: jika A dan B adalah input dan Y adalah output maka output gerbang NOR berlogika 1 jika semua input berlogika 1 dan output akan berlogika 0 jika salah satu atau semua inputnya berlogika 0. Atau output gerbang NOR merupakan kebalikan dari output gerbang OR.

3. EX-OR GATE
Gerbang X-OR akan memberikan output berlogika 1 jika jumlah logika jumlah logika 1 pada inputnya ganjil. Rangkaian EX-OR disusun dengan menggunkan gerbang AND, OR, NOT seperti dibawah ini.
Simbol Gerbang EX-OR
Dari gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:
Input
Output
A
B
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0


4. EX-NOR GATE
Gerbang X-NOR akan memberikan output berlogika 0 jika jumlah logika 1 pada inputnya ganjil. Dan akan berlogika 1 jika kedua inputnya sama. Rangkaian EX-NOR disusun dengan menggunka gerbang AND, OR, NOT seperti dibawah ini.
Simbol Gerbang EX-NOR:

Dari gambar diatas dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut:
Input
Output
A
B
Y
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1




gerbang logika




GERBANG DASAR LOGIKA




Gerbang logika merupakan dasar pembentuk system digital. Gerbang logika beroperasi pada bilangan biner 1 dan 0. Gerbang logika digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik dengan system digital. Berkaitan dengan tegangan yang digunakan maka tegangan tinggi berarti 1 dan tegangan rendah adalah 0. Semua sistem digital disusun hanya menggunakan tiga gerbang yaitu: NOT, AND dan OR.


1. AND GATE
Fungsi AND dapat digambarkan dengan rangkaian listrik menggunakan saklar seperti dibawah ini:
 Keterangan:                                                                    
 A & B adalah saklar
 Y adalah lampu
Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebut  berlogika 1. Fungsi logika yang dijalankan rangkaian AND adalah sebagai berikut:
1.    Jika kedua saklar A & B dibuka maka lampu padam
2.    Jika salah satu dalam keadaan tertutup maka lampu padam
3.    Jika kedua saklar tertutup maka lampu nyala


Simbol Gerbang AND
 tabel kebenaran
INPUT
OUTPUT
A
B
Y
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1



Karakteristik: Jika A da B adalah input, sedangkan Y adalah Output, maka output gerbangnya AND berlogika 1 jika semua inputnya berlogika 1. Dan output berlogika 0 jika kedua atau salah satu inputnya berlogika 0.



2. OR GATE
Funsi OR dapat digambarkan dengan rangkaian seperti dibawah ini:

keterangan:
A dan B : saklar
Y          : lampu
Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebur berlogika 1.

Simbol Gerbang OR

                              Tabel kebenaran

INPUT
OUTPUT
A
B
Y
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Karakteristik: Jika A dan B adalah input sedangkan Y output maka output gerbang OR akan berlogika 1 jika salah satu atau kedua input adalah berlogika 1.




3. NOT GATE
Fungsi NOT dapat digambarkan dengan  rangkaian seperti gambar dibawah ini:
Jika saklar dibuka maka berlogika 0, jika saklar ditutup disebut berlogika 1.


Simbol Fungsi NOT


                                            Tabel Kebenaran

INPUT
OUTPUT
A
Y
0
1
1
0


Karakteristik: Jika adalah input, output adalah kebalikan dari input. Artinya Jika input berlogika 1 maka output akan berlogika 0 dan sebaliknya.



SISTEM BILANGAN

SISTEM BILANGAN

System bilangan (number system) adalah  suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Terdapat empat sistem bilangan dasar, yaitu:

  1. Bilangan desimal
  2. Bilangan biner
  3. Bilangan oktal, dan
  4. Bilangan heksadesimal
berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut tentang sistem bilangan






1. Bilangan desimal
Sistem ini menggunakan 10 macam symbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9. system ini menggunakan basis 10. Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau pecahan.Sistem bilanan yang banyak dipergunakan oleh manusia karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan.
5185.6810 = 5x103 + 1x102 + 8x101 + 5x100 + 6 x 10-1 + 8 x 10-2
                = 5x1000 + 1x100 + 8x10 + 5 x 1 + 6x.1 + 8x.01

2. Bilangan Biner
Sistem bilangan binary menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2 digit angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner mewakili logika di komputer yaitu off dan on.
  10011=  (1 ´ 16) + (0 ´ 8) + (0 ´ 4) + (1 ´ 2) + (1 ´ 1)  =  1910 




3. Bilangan Oktal


Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7. 
Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari nilai 8.
572.68  = 5´82  +  7´81  +  2´80  + 6´8-1
    = 320 + 56 + 16 + 0.75 =  392.7510




4. Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan Oktal menggunakan 16 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F

Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15
Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari  nilai 16.
5B16= 5 x161 + 11x160
        = 80 + 11
                                = 9110

Sabtu, 01 Juni 2013

PRIMARY CONTROL SURFACE

PRIMARY CONTROL SURFACE

Fungsi dari primary control surface adalah:
  • Mengendalikan pergerakan pesawat,
  • Mengendalikan pesawat berdasarkan sumbu rotasinya, dan
  • Mengendalikan kestabilan pesawat.

Pada primary control surface terdapat tiga bagian, yaitu:
  1. Aileron
Aileron merupakan bidang kendali pada saat pesawat melakukan roll yang terletak pada sayap. Aileron bergerak pada sumbu longitudinal (sumbu yang memanjang dari nose hingga ke tail). Pergerakan yang dilakukan aileron adalah menyetabilkan pesawat dalam arah lateral. Aileron bergerak naik dan turun, sehingga pesawat dapat bergerak rolling atau ke kiri dan ke kanan.

gambar 1. pergerakan aileron


  1. Elevator
Elevator merupakan bidang kendali pada saat pesawat melakukan pitch (pitch up or down) yang terletak pada horizontal stabilizer. Elevator bergerak pada sumbu lateral (sumbu yang memanjang sepanjang wing). Pergerakan yang dilakukan aileron adalah menyetabilkan pesawat dalam arah longitudinal. Elevator bergerak naik dan turun sehingga pesawat dapat bergerak pitching up dan down.
gambar 2 pergerakan elevator
gambar 3. pesawat pitching up dan down


  1. Rudder
Rudder merupakan bidang kendali pada saat pesawat melakukan yaw yang terletak pada vertical stabilizer. Rudder bergerak pada sumbu vertical (sumbu memanjang tegak lurus terhadap Center of gravity dari pesawat). Pergerakan yang dilakukan rudder adalah menyetabilkan pesawat dalam arah direksional. Rudder bergerak ke kiri dan kanan sehingga pesawat dapat bergerak yawing left and right
.

gambar 4. pergerakan rudder


FLIGHT CONTROL SISTEM

FLIGHT CONTROL SISTEM

Aircraft flight control system (AFCS) erat sekali hubungannya dengan flight control surface (FCS) atau bidang kendali terbang, dimana FCS merespon setiap pengaturan/pergerakan yang dilakukan oleh pilot di dalam cockpit melalui suatu sistem yang saling berhubungan yang kemudian menggerakan sistem mekanik untuk melakukan pergerakan pada pesawat (yaw, bank/roll, pitch up or down). AFCS merupakan suatu sistem yang mengendalikan sikap terbang suatu pesawat dengan menggerakan FCS sebagai bidang kendalinya.FCS merupakan suatu bidang kendali yang dapat bergerak atau digerakan untuk merubah suatu aliran udara hingga tekanannya terhadap FCS bisa berpengaruh terhadap pergerakan pesawat itu sendiri. Ada 2 FCS yang kita kenal pada pesawat:
1. Primary control surface, bidang kendali utama pada pesawat. Adapun bidang kendali itu adalah:
 Aileron, merupakan bidang kendali yang terletak pada wing/sayap. 
 Elevator, merupakan bidang kendali yang terletak pada horizontal stabilizer.
 Rudder, merupakan bidang kendali yang terletak pada vertical stabilizer.
2. Secondary flight control surface, bisa dibilang sebagai bidang kendali tambahan yang bertujuan untuk membantu kinerja dari primary control surface dan pergerakan pesawat ketika terbang, takeoff ataupun landing. Yang termasuk dalam secondary FCS, yaitu :
 Slat
 Spoiler
 Trim tabs
 Flaps
 Variable-sweep wing
Primary control surface adalah bidang kendali utama yang dapat menggendalikan pesawat dalam movement (pergerakan), sumbu rotasi (axes) dan kestabilanya (stability). Tapi untuk secondary control surface itu adalah optional, tergantung jenis pesawat. Untuk pesawat-pesawat kecil umumnya yang digunakan hanya spoiler atau trim tabs saja. Namun untuk pesawat-pesawat besar memerlukan bidang kendali tambahan untuk memudahkan pergerakan pesawat itu sendiri juga untuk memudahkan pilot dalam mengendalikan pesawat baik dalam kondisi terbang, takeoff, landing ataupun pergerakan didarat. Gambar flight control system ditunjukkan pada gambar berikut: